Rabu, 25 Januari 2012

Tentang Do'a

 
BismillaahirRahmanirRahiim

“Pernahkan engkau di datangi pengamen?”

“Maksudmu?”

“Ya, pengamen,” lanjut saya seiring senyum, “Pernah?”

“Iya. Pernah” wajahnya serius. Matanya menatap saya lekat-lekat.
 “Bayangkan jika pengamennya adalah seorang yang berpenampilan seram, bertato, bertindik, dan wajahnya garang mengerikan. Nyanyiannya lebih mirip teriakan yang memekakkan telinga. Suaranya kacau, balau, parau, sumbang, dan cemprang. Lagunya malah menyakitkan ulu hati, sama sekali tak dapat dinikmati. Apa yang akan kau lakukan?”
“Segera kuberi uang,” jawabnya, “Agar segera berhenti menyanyi dan cepat-cepat pergi.”

Rabu, 18 Januari 2012

Nodame, Musik Klasik, dan Semangat


Efek nonton Nodame Cantabile hasil rekomendasi dari adik sepupu yang addicted segala sesuatu berbau Jepang. 
 Ini poster Nodame the Movie-nya. Yang dorama version nggak ketemu yang bagus.:D

Nodame Cantabile ini cerita di sebuah sekolah musik di Jepang. Yang namanya sekolah musik, pasti selalu ada musik di setiap episodenya. Berikut sinopsis yang saya copas dari blog sebelah :

Selasa, 17 Januari 2012

Tema Hari Ini : Bebenah


Bebenah. Yup. Kelarin bebenah sisa bongkar muat kemaren, walaupun dengan tekanan darah yang lagi turun a.k.a pusing. Tapi kalau nggak di kelarin, nggak beres-beres deh ini kamar. Hehehehe. 

Kelar bebenah, langsung rekap pesanan yang kemaren-kemaren belum sempat di rekap. Lumayan juga nih, utangnya. Utang janji mau bikinin ini itu sama adek-adek udah dari lama. Nah lho... InsyaALLAH lagi diusahakan. Hehehe. Itu makanya seorang teman pernah bilang "kalau nggak bisa menepati, jangan pernah berjanji..". Ini, udah kerasa. Besok-besok nggak janji lagi deh. Hihihi. ^^v

Nonton TV One tadi pagi. Bahasan Otak Kanan oleh mas Ippho Santosa, pakar otak kanan. Trus koreksi diri. Saya ini dominan kanan ato kiri? Inget-inget, inget-inget :

  1. Jadwal dulu, baru kegiatan. Kalau nggak begitu, takutnya semua kegiatan nggak terorganisir dengan baik. Tapi kadang-kadang, malah kegiatan lebih terorganisir tanpa di jadwalkan terlebih dahulu.
  1. Modal dulu, baru usaha. Persis seperti kata mas Ippho, saya banget! Kalo perlengkapan buat usaha nggak lengkap, nggak mulai dulu. Berasa nggak enak kalau peralatan nggak lengkap. Padahal bisa dilengkapin sambil jalan. Ini sih, kiri banget.
Tiba-tiba mikir, bisa nggak kalo tiba-tiba penggunaan otak juga di benahin? Lebih ke otak kanan gitu. Kata mas Ippho sih bisa. Tapi kan harus latihan dulu. Huwehehehe. :D

Laluuuu~ Siang ini dikunjungi. Eh, minta dikunjungi deh.(Penting? Penting dooooong~~ :DD)
*lagi-lagi postingan nggak penting #abaikanlagi xD


-Forsir semangat dan tenaga sampai muntah-

348


Senin, 16 Januari 2012

Hari ini


Apa yang terjadi hari ini? Hmm. Let's see.
  1. Bolos kerja lagi, dengan alasan kurang enak badan. Saya nggak bohong. Sumpah. Dari bangun pagi tadi, kepala rasanya nyut nyut. Tapi faktor malas mungkin lebih mendominasi. :p
  2. Sakit kepala nggak tertahankan. Kenapa? Saya juga tidak tahu. Puncaknya dari jam setengah 3 siang tadi. Sakit kepala makin menjadi. Dung dung dung kung kung kung. Sakit banget. Sampe kepala rasanya mau pecah. Tadinya rencananya mau bersihin gudang, eh, kamar. Tapi nggak kuat sama kepala yang sakitnya alamaaaakk~
  3. Permak gudang a.k.a workshop a.k.a kamar pribadi. Pelapangan tempat lagi. Buang yang nggak penting, biar tempat kerja jadi lebih luas. Dan sampai nulis posting ini pun, si gudang masih belum bersih. Nggak kuat sama sakit kepala. Mungkin akan dikelarin besok. 
Mumpung besok itu off day-nya saya, jadi rencananya mau kelarin beberes, trus rekap pesanan. Dari kemaren-kemaren masih belum sempat. Abis itu langsung kerjain pesanan kayaknya.
*postingan nggak penting #ignore  :D

-Forsir semangat dan tenaga sampai muntah-

349

Senin, 09 Januari 2012

Tahun yang Produktif

2011 lalu menjadi tahun produktif saya untuk menulis. Inginnya tahun ini dan kedepan-kedepannya semakin produktif lagi. Dan semoga tulisan-tulisan saya kedepannya nggak melulu tentang emosi saja. Berharap tulisan nanti-nanti lebih inspiratif, motivatif, just like my best friend.

Nggak cuma menulis. Tahun 2011 juga tahun yang produktif untuk sampingan saya. Flanel. Walaupun kecil-kecilan. Tapi Alhamdulillah banyak yang suka. Dan semoga saja tahun ini juga lebih produktif lagi. Cuma bingung sama pemasaran. Nggak tau mau di pasarkan dimana. Semoga ada jalan. Semangat! :D

Kamis, 22 Desember 2011

Isi Absen

Lama nggak nge-blog. Banyak hal yang terjadi 2 minggu belakangan. Mulai dari Ujian Semester, persiapan ini itu, sampai masalah yang sebenarnya saya tidak terlibat di dalamnya.

Well. Sekalipun begitu, ujian semester udah hampir beres. Saya -harusnya- udah bisa ongkang-ongkang kaki. Karena nggak ada kerjaan keburu. Dan saya nggak mau terlibat dan nggak mau tau sama masalah-masalah itu. Gue sih basipakak aje. Hihihihi. ^^;

Tinggal ini nih, orderan kecil-kecilan sama souvenir buat kondangan. Semangat aja. ^_^

Selasa, 06 Desember 2011

Sekilas Tentang Epilepsi


Kebanyakan orangtua langsung panik ketika dokter memvonis anak mereka menderita epilepsi. Bayangan akan masa depan anak yang suram, ditambah lagi penderitaan anak yang sering mendadak kejang-kejang terus berkelebatan. Meski belum ada pengobatan yang benar-benar dapat menyembuhkan epilepsi, namun dengan pengobatan yang benar dan teratur lebih dari 80% anak pengindap epilepsi dapat hidup dengan normal. 

Masyarakat di Indonesia sering salah mengartikan penyakit epilepsi. Pandangan yang selama ini berkembang, epilepsi adalah sebuah penyakit turunan yang menular dan tidak bisa diobati. Bahkan sebahagian besar masyarakat menganggap epilepsi berasal dari gangguan mahluk gaib. Lebih membimbangkan, banyak yang beranggapan penghidap penyakit ini ‘gila’ atau terganggu akal, ataupun ia akan mengakibatkan masalah mental. Akibatnya, penderita epilepsi sering dikucilkan. Padahal, epilepsi bukan termasuk penyakit menular, bukan penyakit jiwa, bukan penyakit yang diakibatkan “ilmu klenik”, dan bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan.

Sabtu, 03 Desember 2011

Disiplin Waktu

Repotnya mengurus 2 blog. Itu yang terpikir oleh saya pertama kali. Blog yang isinya khusus tentang pikiran saya, dan blog yang khusus tentang hobi saya.

Dan seharusnya mengurus "cuma" 2 blog tidak akan serepot ini kalau saya displin waktu. Bahkan saya bisa mengontrol kegiatan saya dari bangun tidur, sampai tidur lagi. Yah, kalau saja saya, DISIPLIN WAKTU.

Tidak disiplin waktu juga bukan tanpa sebab. Sejak sekolah dasar, saya sering menyusun kegiatan yang akan saya lakukan esok hari. Tapi tak pernah berjalan lancar, karena selalu ada hal yang merusak jadwal yang sudah saya susun. Bahkan sampai sekarang. Dan kalau sudah begitu, segala kegiatan akan saya jalankan apa adanya, pada saat ada kesempatan.






PS :
Yah, dan jika saya bisa disiplin waktu, saya juga bisa menyelesaikan Analisis Pra UN dan Soal Semester Ganjil yang masuk di waktu yang bersamaan, dengan tepat waktu.

Sabtu, 26 November 2011

Mendadak Menggebu2

Now What? Gyahahaha~

Galau membuat saya menjelajah ke alam lain (?). Kreatifitas.

Aku ingin begini, aku ingin begitu~~
Ingin ini, ingin itu banyak sekali~~

Fighting!

Minggu, 18 April 2010

BEHEL dan perBEHELan

Sekitar satu bulan yang lalu saya memutuskan menggunakan behel. Bukan hanya sekedar gaya-gayaan, tapi memang karena saya merasa butuh untuk merapikan gigi saya yang sedikit acak-acakan ini.

Tau telenovela Amerika Latin yang judulnya Betty La Fea kan? Menggunakan kacamata tebal, berkawat gigi (pengecualian untuk poni) namun punya hati yang baik dan otak yang cerdas. Nah, mungkin saya terinspirasi dari gadis yang--merasa dirinya--jelek itu.











Dan, hey, ternyata bukan cuma saya yang terinspirasi dari perempuan yang akhirnya menjadi cantik ituu.takbole

Btw, sepertinya Betty La Fea Style sudah membooming sekarang. Cewe berponi, kacamata jadul, dan... KAWAT GIGI..! ivanjaya.net

Oke, kembali ke behel saya. Rencana untuk menggunakan behel atau kawat gigi ini memang sudah saya rencanakan sejak beberapa tahun yang lalu, sejak saya masih duduk di bangku SMP. Tentu saja saya dengan sadar tidak menadahkan tangan pada orang tua saya. Saya cukup tau diri dan mengerti dengan keadaan keuangan keluarga yang sejak zaman reformasi mulai merosot. Tapi keinginan saya untuk memakai behel tidak surut (saya sempat mencorat coret foto-foto saya dengan menggambarkan behel pada gigi sengihnampakgigi)