Sekitar satu bulan yang lalu saya memutuskan menggunakan behel. Bukan hanya sekedar gaya-gayaan, tapi memang karena saya merasa butuh untuk merapikan gigi saya yang sedikit acak-acakan ini.
Tau telenovela Amerika Latin yang judulnya Betty La Fea kan? Menggunakan kacamata tebal, berkawat gigi (pengecualian untuk poni) namun punya hati yang baik dan otak yang cerdas. Nah, mungkin saya terinspirasi dari gadis yang--merasa dirinya--jelek itu.
Dan, hey, ternyata bukan cuma saya yang terinspirasi dari perempuan yang akhirnya menjadi cantik ituu.
Btw, sepertinya Betty La Fea Style sudah membooming sekarang. Cewe berponi, kacamata jadul, dan... KAWAT GIGI..! 
Oke, kembali ke behel saya. Rencana untuk menggunakan behel atau kawat gigi ini memang sudah saya rencanakan sejak beberapa tahun yang lalu, sejak saya masih duduk di bangku SMP. Tentu saja saya dengan sadar tidak menadahkan tangan pada orang tua saya. Saya cukup tau diri dan mengerti dengan keadaan keuangan keluarga yang sejak zaman reformasi mulai merosot. Tapi keinginan saya untuk memakai behel tidak surut (saya sempat mencorat coret foto-foto saya dengan menggambarkan behel pada gigi
)


